Radha Govinda

The Olderst Hare Krishna Temple in Indonesia

bookmark bookmark
  • Dalam Bhagavata Purana 12.3.30 disebutkan; “Sa kaler tamasa smrtah, ketika sifat alam tamas (kegelapan/kebodohan) begitu pekat menyelimuti penduduk dunia, masa itu disebut Kali-Yuga. “Kaler prasupto bhavati sah, waktu ketika manusia tidur, itu di-sebut Kali-Yuga (Manu Smrti IX.302)”. Disini kata  tamas  (kegelapan) dan prasupto (tidur) berarti manusia tidak insyaf pada hakekat dirinya sebagai jiva spiritual abadi. Karena itu, Kali-Yuga disebut jaman kegelapan spiritual.
    Kali-Yuga adalah salah satu dari empat (catur) Yuga yang kondisi kehidupan manusianya paling buruk dan paling jelek akibat kegelapan [...]

  • Kenapa ada orang-orang yang tidak pernah berbuat curang, dusta, korup, amoral atau jahat selama hidupnya, ternyata mengalami nasib sial, hidup sengsara dan ditimpa bermacam-macam  kesusahan, sedangkan banyak orang yang nyanyata-nyata hidup berdosa  malahan hidup makmur, enak, nyaman dan senang?
    Inilah yang sering disebut problem of evil. Ada 2 (dua) teori yang dikemukakan untuk menjawab fakta paradok atau problem of evil ini yaitu:
    1. Teori dosa turunan
    (a)    Manusia menderita karena mewarisi dosa dari leluhur pertama.
    (b)   Hidup susah atau senang karena kebijakan Tuhan yang [...]

  • Suatu benda dikenal melalui wujud, sifat/ciri, kegiatan dan nama. Tetapi dari keempat cara pengenalan ini, nama adalah yang paling utama. Sebab dalam nama ini sudah tercakup wujud, sifat dan kegiatan suatu obyek/benda. Artinya, dengan menyebut nama nya saja, seseorang sudah bisa mengetahui wujud, sifat/ciri dan kegiatan suatu obyek. Begitulah, dengan menyebut nama “singa”, setiap orang sudah tahu wujud, sifat dan kegiatan binatang yang dinamakan singa itu.
    Tetapi di dunia material ini, setiap nama tidak sama dengan obyek atau bendanya, sebab setiap [...]

  • Saat ini, umat Hindu di Indonesia sering kali beranggapan bahwa kedudukan Siva adalah yang paling tinggi, Siva adalah Tuhan Yang Maha Esa. Anggapan ini adalah wajar, karena faham yang berkembang di Indonesiadi dominasi oleh Sivasidanta. Namun, apa benar Siva adalah Tuhan?
    Veda menyatakan bahwa Siva adalah Tamo Guna Avatara, inkarnasi Tuhan pengendali sifat alam tamas (kegelapan) dan berfungsi sebagai pelebur alam material (Bhagavata Purana 1.2.23). Siva lahir dari Brahma dan Brahma lahir dari Garbhodakasayi Visnu, Purusa Avatara ke-2 Sri Krishna.
    Satu dari [...]

  • Dalam Bhagavad Gita 16.6, Sri  Krishna berkata, ”Dvau bhuta sargau loke’smin daiva asura, di dunia fana ini ada dua golongan makhluk hidup. Satu golongan disebut  Deva (Sura), dan golongan kedua disebut Asura”.
    Mereka yanga tergolong Deva (Sura) bertabiat bajik dan cendrung pada hal-hal spiritual. Sedangkan mereka yang tergolong Asura bertabiat tidak bajik dan cendrung pada hal-hal material.

    Dikatakan dalam Bhagavad Gita 16.5, ”Daivi sampad vimoksaya, mereka yang berwatak kedewataan (surik) tertuntun ke jalur moksa, kelepasan dari kehidupan material  dunia  fana yang [...]

  • Dosa adalah reaksi atau akibat buruk dan menyengsarakan yang timbul dari perbuatan yang bertentangan dengan atau menyimpang dari petunjuk dan aturan Sastra (kitab suci Veda). Perbuatan yang menimbulkan akibat buruk ini sering disebut perbuatan kotor, jahat, kejam atau hina.
    Veda menyatakan,”Patanti narake’ sucau, karena melakukan perbuatan tidak suci alias kotor, maka setelah ajal seseorang jatuh ke neraka” (Bhagavad Gita 16.16).
    Rishi mulia Sukadeva Gosvami mengatakan bahwa orang berbuat dosa karena sifat alam rajas (kenafsuan)  dan  tamas (kegelapan/kebodohan) yang terlalu tebal menyelimuti dirinya [...]

  • Tri Guna brasal dari kata Tri = tiga, dan Guna = tali. Jadi Tri Guna berarti tiga tali pengikat yaitu sattvam, rajas dan tamas. Ketiga tali ini mengikat segala makhluk sehingga mereka betah tinggal di alam material.
    Secara umum, guna berarti sifat,ciri, keadaan atau suasana alam material. Karena itu, Tri Guna berarti tiga sifat, suasana atau keadaan alam material yang mengikat segala makhluk sehingga mereka merasa enak dan senang tinggal di dunia fana.
    Dalam hubungan ini, Sri Krishna berkata, “Sattvam rajas tama [...]

  • Veda menyatakan,”Dvau bhuta sargau loke’smin daivasura eva ca, di alam material ini ada dua golongan makhluk hidup. Satu golongan disebut Deva (Sura) dan golongan lainnya disebut Asura” (Bhagavad Gita 16.6 dan Padma Purana sebagaimana dikutip dalam CC Adi-Lila 3.91).

    Penjelasan umum Veda tentang dua golongan makhluk ini dapat diringkas sebagai berikut.

    Detail sifat-sifat Sura/kedewataan  sebagaimana dijelaskan dalam Bhagavad Gita 16.1-3 adalah sebagai berikut:

    Ketidak-khawatiran (abhayam).
    Hidup suci (sattva-samsuddhih).
    Mantap dalam pengetahuan spiritual (jnana-yoga vyavasthitih).
    Dermawan (danam).
    Mampu mengendalikan diri (damas).
    Melakukan kurban suci (yajna).
    Mempelajari Veda (svadhyayas).
    Melakukan pertapaan (tapa).
    Hidup [...]

  • Dalam sastra Veda, makhluk hidup disebut sebagai roh, atma, jiva, purusa, ksetrajna, isvara dan juga brahman.
    Sebagaimana disebutkan dalam Bhagavad Gita 2.17-25 Atman/Jiva memiliki sifat-sifat dan ciri-ciri yaitu; Ia tak termusnahkan (avinasi), abadi (avyayam), kekal (nityam), tak terhancurkan (ana-sinah), tak terukur secara material (aprameyam), tak terlahirkan (ajah) permanen (sasvatah), ada sejak dahulu kala (puranah), tak terlukai senjata apapun (na cindanti sastrani), tak terbakar oleh api (na dahati pavakah), tak terbasahi oleh air ( na kledayanti apah), tak terkeringkan oleh angin (na [...]

  • Hari adalah nama lain Sri Bhagavan, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna. Nama berarti nama-nama suci-Nya. Dan sankirtana berarti memuji dengan mengidungkan/menyanyikan/mengumandangkan secara berkelompok atau bersama-sama. Sankirtana yang sering disebut kirtana adalah salah satu dari 9 (sembilan) proses jalan kerohanian bhakti.
    Jadi Hari-Nama Sankirtana berarti  memuja krishna dengan mengumandangkan/mengidungkan/menyanyikan nama-nama suci beliau secara berkelompok atau bersama-sama.
    “Hari Nama” menunjuk Krishna sendiri yang juga disebut Sri Vishnu, sang Pembasmi dan Penghancur para Asura, makhluk-makhluk jahat  yang berkegiatan adharma, merusak dan menyengsarakan dunia. Dalam [...]

Kali yuga, jaman kemerosotan spiritual

Posted by ngarayana On December - 30 - 2009 0 Comment

Dalam Bhagavata Purana 12.3.30 disebutkan; “Sa kaler tamasa smrtah, ketika sifat alam tamas (kegelapan/kebodohan) begitu pekat menyelimuti penduduk dunia, masa itu disebut Kali-Yuga. “Kaler prasupto bhavati sah, waktu ketika manusia tidur, itu di-sebut Kali-Yuga (Manu Smrti IX.302)”. Disini kata  tamas  (kegelapan) dan prasupto (tidur) berarti manusia tidak insyaf pada hakekat dirinya sebagai jiva spiritual abadi. Karena itu, Kali-Yuga disebut jaman kegelapan spiritual.
Kali-Yuga adalah salah satu dari empat (catur) Yuga yang kondisi kehidupan manusianya paling buruk dan paling jelek akibat kegelapan [...]

Karma Phala dan Punarbawa

Posted by ngarayana On December - 30 - 2009 2 Comments

Kenapa ada orang-orang yang tidak pernah berbuat curang, dusta, korup, amoral atau jahat selama hidupnya, ternyata mengalami nasib sial, hidup sengsara dan ditimpa bermacam-macam  kesusahan, sedangkan banyak orang yang nyanyata-nyata hidup berdosa  malahan hidup makmur, enak, nyaman dan senang?
Inilah yang sering disebut problem of evil. Ada 2 (dua) teori yang dikemukakan untuk menjawab fakta paradok atau problem of evil ini yaitu:
1. Teori dosa turunan
(a)    Manusia menderita karena mewarisi dosa dari leluhur pertama.
(b)   Hidup susah atau senang karena kebijakan Tuhan yang [...]